Selama nafas masih mengalun,
Selama jantung masih memukul,
Wahai api, bakarlah jiwaku.
Biar mengaduh, biar mengeluh,
Seperti wajah merah membara,
Dalam bakaran api menyala,
Biar jiwaku habis terlebur,
Dalam korban nyala raya.
Sesak mendesak rasa di kalbu,
Gelisah liar mata memandang,
Dimana duduk rasa dikejar.
Demikian rahmat tumpahkan selalu,
Nikmat rasa api menghangus,
Nyanyian semata bunyi jeritku.
(Ciptaan : Sutan Takdir Alisjahbana)
Friday, October 7, 2011
FANTASI
Bendera perjuangan berkibar lagi,
Gembira bertepuk atas kepalaku,
Darahku melancar gembira pula,
Debur-berdebur dalam dadaku.
Kututup mata karena nikmat,
Kulihat terang dalam fantasi,
Laskar rakyar maju ke depan,
Gembira-dahsyat gegerkan bumi.
Rapat-mampat mereka maju,
Nur ideal menerangi muka,
Girang gembira gemuruh lagu,
Tercurah dari jiwa merdeka
(Ciptaan : Ipih. H.R.)
Gembira bertepuk atas kepalaku,
Darahku melancar gembira pula,
Debur-berdebur dalam dadaku.
Kututup mata karena nikmat,
Kulihat terang dalam fantasi,
Laskar rakyar maju ke depan,
Gembira-dahsyat gegerkan bumi.
Rapat-mampat mereka maju,
Nur ideal menerangi muka,
Girang gembira gemuruh lagu,
Tercurah dari jiwa merdeka
(Ciptaan : Ipih. H.R.)
Subscribe to:
Comments (Atom)